Tampilkan postingan dengan label Hidup dan Kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hidup dan Kehidupan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 September 2011

Senyum ^___^ Yuk !


Keindahan ..
semestinya memenuhi tiap sisi kehidupan

Kala hati terluka,

kehidupan mengajarkan kita untuk bertahan
sebagai bukti bahwa kita mampu mengobatinya

Kala duka mendera,
kehidupan mengajarkan kita untuk tegar
Tersenyumlah ..
sebagai bukti bahwa kita sanggup melewatinya


Kala cinta menyapa,
kehidupan mengajarkan kita untuk berkorban
Tersenyumlah ..
sebagai bukti bahwa kita bisa saling menyayangi

Satu senyum saja untuk merasakan bahagia
Satu senyum saja untuk membuat orang lain tersenyum
Satu senyum saja untuk membuat dunia tersenyum



*     senyum => ibadah yang paling mudah
**   senyum => sedekah yang paling murah
*** senyum => olahraga yang paling ringan



Senin, 05 September 2011

Wanita Kuat itu ... Ibu

Ibu ... memiliki kasih sayang sepanjang jaman untuk anak-anaknya
Ibu ... sosok wanita kuat, memiliki peran paling penting dalam tiap tumbuh kembang anak-anaknya
Ibu ... tokoh paling penting dalam keutuhan keluarga

Ibu ... tak terbatas apapun kasih sayang yang dimilikinya
Ibu ... sanggup melakukan apapun untuk kebahagiaan anaknya
Ibu ... mahluk ajaib yang tidak pernah meminta imbalan apapun dari anaknya

Ibu ... sumber kehidupan anak manusia
Ibu ... samudera luas tak mampu menyaingi luas hatinya
Ibu ... SURGA ada dibawah telapak kakinya


Wanita kuat itu sepeti apa sih ? Yang kuat mengangkat "beban" berat, atau yang ikhlas menerima "beban" sebagai "hadiah" ?

Ya ! Ibuku ... wanita kelahiran tahun 1952 ... sosok wanita paling "kuat" bagiku. Lihat saja senyumnya .. manis dan ceria seperti senyumku 'kan? He he he ...

Empat kali Hari Lebaran sudah beliau lewati dengan riang, meski penyakitnya terus menguras ketahanan tubuhnya. Sejak divonis menderita gagal ginjal, Ibu harus melakukan hemodialisa (cuci darah) seminggu dua kali. Kebayang 'kan parahnya, kata dokter ginjalnya hanya tersisa sebagian kecil saja.

Awalnya sih Ibu sempat stress juga dengan penyakitnya. Karena dukungan keluarga dan teman, juga keteguhan hatinya memohon pada Tuhan untuk diberikan kekuatan super ... jadilah Ibu wanita yang sangat kuat. Satu-persatu teman seperjuangan Ibu di rumah sakit, pergi mendahuluinya, demikian pula dengan penderita yang baru berobat, jarang sekali yang tahan dengan rutinitas seperti Ibu.

Semangat Ibu tak pernah melemah walau kadang tubuhnya terasa amat lemah. Jiwanya kukuh, doa-nya tak pernah putus untuk meminta kesembuhan. Ibu juga menerima "penyakit" itu sebagai "hadiah" dari Tuhan sebagai tanda sayang-Nya pada beliau. Ibu percaya, Tuhan tak kan memberikan cobaan melebihi kemampuannya.

Semoga Tuhan berkenan menyembuhkan Ibu.



Senin, 22 Agustus 2011

Menjadi Orang Kaya


Hidup kita hanya sebentar, maka kita perlu mengisinya sebaik mungkin.

Saat emosi, marahlah hanya sebentar saja
Saat senang, berbahagialah selama mungkin
Dan berkasih sayanglah sepanjang hayat  ^__^

Tentu saja .. hidup kita akan lebih bermanfaat untuk banyak orang bila kita menjadi orang kaya.

Manfaat Menjadi Orang kaya

1.       Lebih percaya diri
Perbedaan orang yang percaya diri dengan orang yang minder hanya berjarak 2 cm. Perhatikan orang yang percaya diri, dadanya membusung 2 cm kedepan, langkahnya tegak, pandangannya lurus kedepan.

2.       Lebih dihargai orang
Penampilan elegan, langkah mantap, senyum selalu tersungging dibibir, suara tegas menyapa. Siapapun yang melihat akan menghormatinya.

3.       Nggak mudah marah
Setelah semua keperluannya terpenuhi, orang kaya tak mau membuang waktu untuk hal sepele. Emosinya relatif stabil, sama sekali tidak terganggu dengan hal-hal kecil.

4.       Banyak yang ngaku saudara
Padahal hanya pernah ketemu di mall, tapi ada aja yang mengaku sebagai saudara.

5.       Bisa makan enak di mana saja dan kapan saja
Semua jenis makanan bisa dicoba direstoran mana saja, tak peduli hujan atau panas. Tidak ada kata kelaparan dalam kamus hidupnya.

6.       Bisa Haji atau Umroh kapan saja
Ibadah belum lengkap tanpa rukun Islam ke-lima

7.       Nggak perlu mikir terlalu lama untuk beli sesuatu
Tinggal tunjuk, apa yang diinginkan bisa langsung diperoleh

8.       Nggak perlu mikir lama kalau mau bantu orang
Sedekah lebih banyak malah akan melipat gandakan harta yang disedekahkannya. Semakin banyak harta, semakin banyak pula sedekahnya.

9.       Akses kesehatan lebih besar
General Chek Up bisa dilakukan sebulan sekali. Makanan dan minuman sehat bisa dikonsumsi setiap hari.

10.   Akses pendidikan yang lebih besar
Sekolah ke luar negeri dikampus favorit, selama otaknya mampu, lulus dengan predikat cum laude pula.

11.   Tidak mengutuk Tuhan
Lebih banyak bersyukur kepada Tuhan atas semua rejeki yang telah diterimanya, sehingga ditambah teruslah rejekinya.

12.   Punya rumah yang lapang, kendaraan yang nyaman
Tidak pernah kuatir kehujanan ataupun kepanasan

13.   Rumah tangga lebih kokoh
Ekonomi adalah faktor penting dalam rumah tangga

Seperti warna pelangi, bahkan lebih dari itu.

Baru habis baca buku karya AKBAR KAELOLA yang berjudul The Power of Mimpi

Senin, 27 Juni 2011

Aku Suka Menulis


 Menulis .. rasanya seperti berbicara.  Mulutmu harimau-mu, pepatah lama yang akan terus berlaku sepanjang jaman. Aku tidak bermaksud menciptakan harimau dalam tulisanku. Tetapi apa-apa yang telah kutulis, dipublikasikan, dan dibaca oleh banyak orang .. terkadang ada harimau-nya .. Auumm !

Satu lagi PR dari warga Bloof yang menugaskan bloofers untuk menuliskan tentang alasan menulis. Ada-ada saja ide mereka .. :P

Tidak pernah terpikirkan sebelumnya alasan apa yang membuatku senang menulis. Hmm .. tidak ada alasan khusus, aku hanya suka menulis. Aku senang menuangkan apa-apa yang ada dalam alam pikirku ke dalam bentuk tulisan. Lewat tulisan aku bisa menerangkan lebih banyak dan lebih baik dibandingkan dengan bahasa lisan .. he he .. aku bicara-nya sedikit.

Menulis bagiku juga mendokumentasikan pikiran dalam bentuk tulisan.

Pikiran rumit yang kutuangkan menjadi tulisan mampu membantu meringankan kerumitan masalah yang sedang kuhadapi. Perasaan sedih dan duka yang kurasakan bila kuterjemahkan dalam bentuk tulisan, bisa melepaskan sebagian dari kesedihan itu. Seringkali setelah menuliskan rasa-ku, aku menemukan solusi dari masalah yang tengah kuhadapi.

Jalan hidup seseorang adalah sejarah, begitu pula dengan hidupku. Dalam setiap kejadian dihidupku ada pembelajaran yang menyertainya. Baik itu pengalaman pahit maupun yang menyenangkan.
Aku senang bila tulisanku bisa bermanfaat untuk banyak orang ..

 

Senin, 04 April 2011

:: Awal Perjalanan Cinta Kita ::



Minggu pagi yang cerah di bulan Juli tahun 2000. Aku bermaksud berkunjung ke rumah kawan didaerah Pulogadung. Biasanya kalo pergi kesuatu tempat penampilanku biasa aja, pake t-shirt + jeans + sandal jepit, pake bedakpun jarang. Tapi hari itu aku juga ngga ngerti kenapa aku tampil rapi, kemeja silk biru terang + celana panjang biru muda + kerudung silk penuh bunga + dandan full (pake bedak  sama lipstick) + sandal bagus… poko’nya cakep deh, kaya’ orang mo kondangan. Padahal Cuma mau maen doang. 

Dari rumah Uwa di Duren Sawit ke rumah kawan aku harus naik angkot 2 kali. Sesampainya di terminal Pulogadung aku naik angkot kecil. Aku langsung mengambil tempat duduk didekat pintu, karena jarak ke rumah kawanku dari terminal tidak begitu jauh.

Didalam angkot sudah ada duduk dua orang penumpang.  Tepat dihadapanku duduk seorang pemuda yang penampilannya rapi dan simpatik, wajahnya seperti tersenyum. Kupikir waktu itu, lelaki ini gaya-nya tua … tapi pasti deh umurnya masih muda. Sayang sekali kawan wanitanya kucel begitu. Saat kulihat disebelahnya ada seorang wanita yang penampilannya asal, item, dekil, abg ga menarik deh.

Ga lama kemudian aku turun, berjalan santai menikmati hari cerah menuju rumah kawanku. Sepasang manusia lewat disampingku, mendahului langkahku.
… Hey … arah mereka (dua orang yg di angkot tadi) ko’ sama dengan aku.

(Saat melewati aku, di dalam pikiran lelaki itu terlintas begini ; wanita baju biru ini boleh juga, Ya Allah, wanita seperti dia yang aku ingin jadikan istri) 

Dan … mereka mengucap salam kerumah kawanku. Ternyata kawan mereka adalah kawan dari saudaranya kawanku. Kami tidak kenalan … Cuma sekedar melempar senyum dan say hai aja. Aku langsung ngobrol sama kawanku, lupa sama dua orang tadi.
Sebulan kemudian, aku diundang kawanku kerumahnya untuk dikenalkan dengan calon suamiku……???

Yeah … waktu itu umurku hampir 27 tahun. Cukup tua bagi seorang wanita .. dan belum menikah. Aku sedikit prustasi juga masa-masa itu, kenapa ga ada laki-laki yang berani melamarku? Apa aku terlalu ‘menakutkan’ bagi mereka?

Pernah sih ada kawan dari kawanku yang bilang kalo aku orang yang disegani laki-laki. Waduh … begitulah nasib mantan gangster di sekolah. Oleh karena itu aku minta tolong sama kawan utk dicarikan calon.

Okey … aku datang memenuhi undangan kawanku kerumahnya, (ngga dandan). Siapa yang kutemui disana ? Laki-laki yang katanya sedang mencari calon istri ? Kami dikenalkan … resmi banget deh.
“Bu Ani, ini Bapa Yusup”                “Pa Yusup, Ini Ibu Ani”
Ga ada jabat tangan lho, hanya menyebutkan masing-masing nama, data pribadi dan lain-lain yang umum.
Kemudian kami ditinggalkan berdua biar ngobrol lebih akrab. Obrolan kami ga penting, biasa banget. Intinya, bila dia berkenan menjadikan aku istri, silahkan datang ke rumah orang tuaku untuk melamar.
Well, dia setuju. Dimulailah acara pendekatan… yaitu telpon2-an. Waktu itu aku kerja di Money Changer dan dia di Asuransi Central Asia. Aku menyatakan statusku adalah janda anak satu (padahal aku bercanda). Dia tidak keberatan … ?!? Aku aja bingung, biarin deh.
Proses perkenalan dengan para orang tua berlangsung singkat. Masih bulan Agustus aku kenalkan dia ke Uwa (waktu itu aku ‘kan masih tinggal sama Uwa). Bulan September aku dikenalkan ke keluarganya di Subang, sekaligus proses melamar aku ke orang tuaku di Bandung. Semua proses itu tidak pernah hanya ada kami berduaan, selalu ada orang lain yang nenemin.

Anehnya para orang tua …

Mereka  semuanya senang akhirnya aku akan menikah. Tapi mereka semua juga heran kenapa baru kenal ko’ langsung mau nikah, ngga ‘pacaran’ dulu. Maklumlah orang tua, kuatir ‘kan kalo anak-nya nikah sama yg ga jelas.

Proses lamaran berlangsung tegang, tapi akhirnya kedua belah pihak keluarga sepakat kami akan dinikahkan pada bulan November.  Singkat  ‘kan ? 4 bulan kenal langsung menikah tanpa melewati proses yang namanya pacaran.
Suamiku baru tau kalo aku bukan janda (ha ha ha) … apalagi  punya anak satu … pada bulan oktober.
 
Alhamdulillah … kami menikah tanggal 12 November 2000.
Diawal pernikahan kami suamiku bilang begini :”bu… sepertinya kita ngga bakal suka berantem deh.”

That’s It.
Semoga kisah nyata diatas bisa jadi inspirasi untuk kalian saat mencari calon pendamping.

Here are tips for you to find a wife or husband :
  1. Mohon dengan sungguh-sungguh pada Yang Maha Kuasa (ini yang paling  penting)
  2. Tetapkan niat menikah untuk ibadah (bukan sekedar sarana penyaluran kasih saying)
  3. Imprint the women (tandai wanita itu … seperti yang dulu dilakukan suamiku)
  4. Syukur-syukur Gadis / Perjaka
  5. Siapkan materi (penting dari yang paling penting). Tidak ada wanita yang kenyang hanya dengan di kasih makan cinta dan sayang.
  6. Kalo sudah ketemu yang pas, ga perlu pake lama, langsung lamar raja.
  7. Pastikan status kamu sebagai Bujangan atau Duda.
  8. Tak satupun wanita didunia ini yang senang jadi istri muda.