Jumat, 11 November 2016

Perbedaan Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf

Zakat adalah sejumlah harta tertentu yang telah mencapai syarat tertentu yang diwajibkan oleh Allah untuk dikeluarkan dan diberikan  kepada yang berhak menerimanya dengan persyaratan tertentu pula.

Setiap harta yang sudah dikeluarkan zakatnya akan menjadi suci, bersih, baik, berkah, tumbuh, dan berkembang (at-Taubah: 103, dan ar-Rum: 39).

Persyaratan harta yang wajib dizakatkan itu:

1. harta itu dikuasai secara penuh dan dimiliki secara sah, yang didapat dari usaha, bekerja, warisan, atau pemberian yang sah, dimungkinkan untuk dipergunakan, diambil manfaatnya, atau kemudian disimpan.

Di luar itu, seperti hasil korupsi, kolusi, suap, atau perbuatan tercela lainnya, tidak sah dan tak akan diterima zakatnya. HR Muslim, Rasulullah bersabda bahwa Allah SWT tidak akan menerima zakat/sedekah dari harta yang ghulul (didapatkan dengan cara batil).

2. harta yang berkembang jika diusahakan atau memiliki potensi untuk berkembang, misalnya harta perdagangan, peternakan, pertanian, deposito mudharabah, usaha bersama, obligasi, dan lain sebagainya.

3. telah mencapai nisab, harta itu telah mencapai ukuran tertentu. Misalnya, untuk hasil pertanian telah mencapai jumlah 653 kg, emas/perak telah senilai 85 gram emas, perdagangan telah  mencapai nilai 85 gram emas, peternakan sapi telah mencapai 30 ekor, dan sebagainya.

4. telah melebihi kebutuhan pokok, yaitu kebutuhan minimal yang diperlukan seseorang dan keluarganya yang menjadi tanggungannya untuk kelangsungan hidupnya.

5. telah mencapai satu tahun (haul) untuk harta-harta tertentu, misalnya perdagangan. Akan tetapi, untuk tanaman dikeluarkan zakatnya pada saat memanennya (Q.S. Al-An'am: 141).

Infak berarti mengeluarkan sebagian dari harta atau pendapatan/penghasilan untuk suatu kepentingan yang diperintahkan ajaran Islam.

Infak dikeluarkan oleh setiap orang yang beriman, baik yang berpenghasilan tinggi maupun rendah, apakah ia di saat lapang maupun sempit (Q.S Ali Imran: 134).

Jika zakat ada nisabnya, infak tidak mengenal nisab. Jika zakat harus diberikan pada mustahik tertentu (8 asnaf) maka infak boleh diberikan kepada siapapun juga, misalnya untuk kedua orangtua, anak yatim, dan sebagainya (Q.S. Al-Baqarah: 215).

Berinfak adalah ciri utama orang yang bertakwa (al-Baqarah: 3 dan Ali Imran: 134), ciri mukmin yang sungguh-sungguh imannya (al-Anfal: 3-4), ciri mukmin yang mengharapkan keuntungan abadi (al-Faathir: 29). Berinfak akan melipatgandakan pahala di sisi Allah (al-Baqarah: 262).

Pengertian Sedekah sama dengan pengertian infak, termasuk juga hukum dan ketentuan-ketentuannya. Hanya saja, jika infak berkaitan dengan materi, sedekah memiliki arti lebih luas, menyangkut hal yang
bersifat non materiil.

HR Muslim dari Abu Dzar, Rasulullah menyatakan bahwa jika tidak mampu bersedekah dengan harta maka membaca tasbih, membaca takbir, tahmid, tahlil, berhubungan suami-isteri, dan melakukan  kegiatan amar ma'ruf nahi munkar adalah sedekah.

Wakaf dari segi bahasa, berarti ‘menghentikan’ atau ‘menahan’. Maksudnya adalah membekukan hak milik terhadap harta untuk suatu manfaat tertentu, biasanya untuk kepentingan umum. Harta yang diwakafkan tidak boleh habis, tidak boleh dijual. Penggunaannya pun harus sesuai dengan niat pemberi wakaf (wakif). Pahala wakaf jauh lebih besar dan lebih langgeng daripada infak atau sedekah, karena akan terus mengalir kepada wakif walaupu ia sudah meninggal dunia selama harta itu masih dimanfaatkan

Minggu, 19 Februari 2012

ALASAN-ALASAN

Sebagian dari kita pasti pernah .. mengabaikan tawaran, menghindari tantangan, menolak suatu peluang, membuang kesempatan, melepaskan karier .. dengan alasan-alasan seperti ini :

- Aku ngga bisa!
- Ini bukan bidang saya!
- Aku ngga suka ini!
- Sulit ah, ribet, banyak aturan!
- Aku ngga bakat begituan!
- Saya sibuk, ngga punya waktu luang!

dan masih banyak lagi alasan-alasan lainnya.

Dengan semua alasan-alasan itu artinya kita telah membuang kesempatan tanpa pernah mencoba lebih dulu, tanpa menelurusi kemungkinan keberhasilannya.

Semua kisah orang-orang sukses diawali dengan ketidakmampuan mereka dibidang yang sekarang mereka ahli atasnya. Yang mereka lakukan adalah bertindak.

Waktu kita semua sama .. hanya 24 jam sehari semalam. Jika orang lain dengan segala kesibukan dan keterbatasannya mereka bisa menjadi orang sukses, kenapa kita tidak?

Jika mereka bisa .. kita juga BISA!
Buang segera ALASAN-ALASAN!
Segeralah .. BERTINDAK!

Jumat, 16 Desember 2011

Tidak Ada Jalan Rata Untuk Sukses


Penulis : Andrie Wongso
Di pagi hari yang buta, terlihat seorang pemuda dengan bungkusan kain berisi bekal di punggungnya tengah berjalan dengan tujuan mendaki ke
puncak gunung yang terkenal. Konon kabarnya, di puncak gunung itu terdapat pemandangan indah layaknya berada di surga.

Ketika sampai di lereng gunung, terlihat sebuah rumah kecil yang dihuni oleh seorang kakek tua. Setelah menyapa pemilik rumah, si pemuda mengutarakan maksudnya "Kek, saya ingin mendaki gunung ini. Tolong Kek, tunjukkan jalan yang paling mudah untuk mencapai ke puncak gunung!"

Si kakek dengan enggan mengangkat tangan dan menunjukkan tiga jari ke hadapan pemuda, "Ada tiga jalan untuk menuju puncak gunung ini. Kamu bisa memilih sebelah kiri, tengah, atau sebelah kanan."
"Kalau saya memilih sebelah kiri?" tanya si pemuda.
"Jalur sebelah kiri ada banyak bebatuan," jawab sang kakek pendek.
Setelah berpamitan dan mengucap terima kasih, si pemuda bergegas melanjutkan perjalanannya. Beberapa jam kemudian dengan peluh bercucuran, si pemuda terlihat kembali di depan pintu rumah sang kakek.
"Kek, saya tidak sanggup melewati terjalnya batu-batuan. Jalan sebelah mana lagi yang harus aku lewati?"
Si kakek dengan tersenyum mengangkat lagi 3 jari tangannya sambil menjawab, "Pilihlah sendiri, kiri, tengah atau sebelah kanan?"
"Hmmm, jika saya memilih jalan sebelah kanan...?"
"Jalur sebelah kanan banyak semak berduri!"
Setelah beristirahat sejenak, si pemuda kembali berangkat untuk mendaki. Selang beberapa jam kemudian, dia kembali lagi ke rumah si kakek. Dengan kelelahan si pemuda berkata, "Kek, saya sungguh-sungguh ingin mencapai puncak gunung. Jalan sebelah kanan dan kiri telah kutempuh, tapi rasanya saya tetap berputar-putar di tempat yang sama. Saya tidak berhasil mendaki ke tempat yang lebih tinggi dan harus kembali kemari tanpa hasil. Tolong deh, Kek ... tunjukkan jalan lain yang rata dan lebih mudah agar saya sukses mendaki hingga ke puncak gunung."
Sang kakek dengan serius mendengarkan keluhan si pemuda. Kemudian sambil menatap tajam, dia berkata tegas "Anak muda! Jika kamu ingin sampai ke puncak gunung, tidak ada jalan yang rata dan mudah! Rintangan berupa bebatuan dan semak berduri, harus kamu lewati, bahkan kadang jalan buntu pun harus kamu hadapi. Selama keinginanmu untuk mencapai puncak itu tetap tidak goyah, hadapi semua rintangan! Hadapi semua tantangan yang ada! Jalani langkahmu setapak demi setapak, kamu pasti akan berhasil mencapai puncak gunung itu. Jangan lupa, nikmati juga pemandangan yang luar biasa! Apakah kamu mengerti?"
Dengan takjub si pemuda mendengar semua ucapan kakek. Lalu, sambil tersenyum gembira, dia menjawab, "Saya mengerti Kek, saya mengerti! Terima kasih! Saya siap menghadapi selangkah demi selangkah setiap rintangan dan tantangan yang ada! Tekad saya makin mantap untuk mendaki lagi sampai mencapai puncak gunung ini."
Dengan senyum puas , sang kakek berkata, "Anak muda, aku percaya kamu pasti bisa mencapai puncak gunung itu!"
Pembaca yang luar biasa,
Untuk mencapai kesuksesan seperti yang kita inginkan, sama seperti analogi mendaki gunung tadi. Tidak ada jalan rata dan pintas! Sewaktu-waktu, rintangan, kesulitan, dan kegagalan selalu datang menghadang. Hanya dengan mental dan tekad yang kuat, tetap menjaga komitmen dan berjuang, kita akan mencapai puncak kesuksesan.

Salam sukses, luar biasa!

Minggu, 13 November 2011

Keistimewaan Angka 11


Alhamdulillah .. 11 tahun sudah keluargaku mengarungi kehidupan dalam suka dan duka. Meski kehidupan kami sederhana, kami bersyukur setiap saat atas semua yang telah kami terima.

11-11-11 .. angka penting bagiku. Dilihat dari bentuk-nya yang mirip pagar, aku menggambarkannya sebagai benteng pertahanan yang super kuat  telah terbentuk dalam usiaku ke-38 pada tanggal 11-11-11.  Kalo boleh ditambahkan lagi angka 11-nya .. bisa ditambahkan dari menjumlahkan 3+8=11 .. (maksa :D)

Yaa .. aku beruntung lahir tanggal 11, dan ternyata .. Subhanallah .. didalam Al-Qur’an ada banyak banget  unsur angka 11.

Artikel berikut aku copas dari google .. entah punya siapa aku lupa .. lama sekali kusimpan untuk diupload pagi ini.

Ada Apa di Balik Angka Sebelas?

Mungkin sebagian orang bisa dibuat terperangah tentang keajaiban apa yang ditimbulkan oleh angka 11 (sebelas). Semoga apa yang diungkap atas  keajaiban ini semakin mempertebal keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah Swt.  Seorang penulis, Rosman Lubis mengemukakan beberapa penemuannya menyangkut angka 11 dalam buku Keajaiban Angka 11 dalam Al-Qur'an. Angka kunci (11) dalam Al-Qur'an adalah berawal dari asma Allah sendiri.

Kata Allah terdiri dari empat huruf, yaitu satu alif, dua lam dan satu ha. Nomor urut huruf hijaiyah alif yaitu 1, lam 23, dan ha 27. Jadi, jika keempat huruf tersebut dijumlahkan (1+23+23+27) menghasilkan angka 74. Hasil ini jika dipisah menjadi: 7+4=11.

Coba anda simak lagi, pada dua surat terakhir dalam Al-Qur'an yang juga menunjukkan angka 11. Pada surat Al-Falaq dan An Naas terdiri dari 5 dan 6 ayat, yang  jika keduanya dijumlahkan mendapatkan angka 11.

Huruf  pertama  dari ayat pertama dalam Al-Qur'an adalah ba (nomor abjad 2) dan huruf terakhir dari ayat terakhirnya adalah sin (nomor abjad 12). Jumlah angka dari 2 sampai 12 adalah 11, yaitu 2,3, ..., 12. Untuk surat Muhammad yang berada pada nomor surat 47 (4+7=11), mengandung unsur 11 pula karena jumlah ayatnya adalah 38 (3+8=11).

Fakta lain yang terungkap sebagai mukjizat Al-Qur'an adalah adanya 26 surat-surat Al-Qur'an, yang baik jumlah ayat, kelipatan jumlah ayatnya, maupun digit dari jumlah ayat yang dijumlahkan semuanya mengandung angka 11. Penjumlahan dari ke-26 nomor surat ini pun mendapatkan angka 1244, yang bila dipisah untuk dijumlahkan menjadi 1+2+4+4=11.

Keajaiban angka 11 dalam surat Yaa Sin juga menimbulkan sesuatu yang  mencengangkan. Surat ini terdiri dari 83 ayat (8+3=11). Kemudian nama Allah dalam surat ini ditemukan pada ayat yang menyiratkan angka 11, yakni pada ayat ke-47 dan ayat ke-74. Juga pada surat Al-Qiyamah ayat 4, Allah Swt menjelaskan secara rinci, yaitu akan menyusun kembali jari jemari manusia yang terdiri dari 33 bagian itu dengan sempurna (33=11x3). Ke-33 bagian ini merupakan bagian utama dari 11 jenis tulang dan 22 jenis daging.

Pembukaan dalam surat-surat Al-Qur'an, jenisnya pun sebanyak 11 macam, yaitu dengan kata Bismi (dengan nama), huruf potong (muqaththa'ah), kata seru Yaa, kata pujian (alhamdulillah, Subhana, dan yang lainnya), kalimat berita, huruf sumpah waw, kata syarat idza, kata perintah Qul, Iqra, kata tanya, kata kutukan, dan kata karena.
Keajaiban nomor ini terungkap pula pada surat Al-Qadar. Perincian jumlah huruf tiap ayat dari lima ayat surat ini adalah 20,18,20,36,17 yang dijumlahkan = 111. Komponen penjumlahan huruf tiap ayat ini pun 2+0+1+8+2+0+3+6+1+7+1+1+1=33 (11x3).

Terlihat pula bahwa ayat-ayat dengan jumlah huruf 11 paling banyak berada pada surat nomor 74. Seperti diketahui pada awal tulisan ini, angka 74 adalah jumlah nomor abjad dari nama Allah.

Kalimat Asmaul Husna sendiri terdiri dari 11 huruf dan nomor-nomor surat dimana kalimat ini merupakan rangkaian angka yang amat padu dalam kelipatan 11. Kalimat ini sendiri ditemukan dalam 4 ayat dengan 4 surat yang berbeda, yaitu 7, 17, 20, 59 dijumlahkan menjadi 103.

Jika kelima komponen angka ini digabungkan menjadi 7.172.059.103, yang mana angka ini bisa dibagi habis dengan 11 (11x652.005.373). Begitu juga nomor ayat-ayatnya, yaitu 180, 110, 8, 24 dijumlahkan menjadi 322. Komponen gabungan angka-angka ini adalah 180.110.824.322 yang habis pula dibagi 11 (11x16.373.711.302).

Penempatan nama-nama Allah dalam Al-Qur'an ternyata juga ditata berdasarkan angka kunci 11. Dari perhitungan yang sangat teliti terbukti bahwa jumlah nama Allah secara keseluruhan adalah 2816 (11x256). Dan masih banyak lagi keajaiban angka 11 yang ditulis dalam buku ini ketika dipakai untuk menelaah kitab suci Al-Qur'an. Keteraturan luar biasa dengan angka kunci 11 sebagai acuan ditemukan pula pada penempatan nama-nama Allah dalam surat-surat bernomor kelipatan 11 dan surat-surat dengan jumlah ayat kelipatan 11. Jumlah nama Allah (di luar Basmalah) pada kelompok surat-surat ini adalah tepat habis dibagi angka 11, yaitu 946 (11x86).

Khusus pada surat-surat dengan nama benda-benda langit tunggal, Allah Swt menempatkan nama-Nya sesuai dengan angka kunci 11. Surat-surat tersebut terdiri dari tiga, yaitu An-Najm (bintang), Al-Qamar (bulan), dan Asy-Syams (matahari). Dari ketiga surat ini didapat jumlah nomor surat 198 (11x18), jumlah ayat 132 (11x12), dan jumlah nama Allah 11 (11x1).

Sedangkan dari 114 surat Al-Qur'an hanya tiga surat sekaligus yang memiliki unsur 11 pada nomor surat dan jumlah ayatnya. Pertama, surat Shad nomor surat 38 (3+8=11) dan jumlah ayat 88 (11x8).

Kedua, surat Muhammad nomor surat 47 (4+7=11) dan jumlah ayat 38 (3+8=11). Dan, ketiga, Surat Al-Muddatsir nomor surat 74 (7+4=11) dan jumlah ayat 56 (5+6=11). Jumlah nama Allah yang berada pada ketiga surat tersebut dengan perincian masing-masing sebagai berikut 3, 27, 3 dengan jumlah 33 (11x3).

Jumlah nomor-nomor ayat Al-Qur'an dimana nama Allah berada adalah 118.470 atau
11x10.770. Cara penghitungannya adalah dengan menjumlahkan seluruh nomor ayat yang memuat nama Allah dalm tiap surat. Pada Surat Al-Fatihah, misalnya, nomor-nomor ayat yang memuat nama Allah hanya pada ayat 1 dan 2 sehingga jika dijumlahkan nomor ayatnya adalah 3. Begitu seterusnya hingga berakhir pada surat nomor 112.

Surat-surat yang tidak memuat nama Allah juga ditata dengan teratur dalam angka 11.
Surat-surat ini berjumlah 29 (2+9=11). Betapa konsistennya dengan angka 11 dalam sistem hitung dapat pula dilihat pada penempatan nama-nama Allah dalam surat pertama (Al-Fatihah) sampai surat 11 (Huud).

Jumlah nama Allah pada 11 surat pertama adalah 1386 (11x126). Anda boleh memikirkan hal ini.

Adanya keselarasan pada pembilangan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang mengarah pada angka 11 itu bukanlah hal yang kebetulan. Hal ini sebagai bukti bahwa keberadaan Al-Qur'an benar-benar merupakan wahyu Ilahi.

Anggapan sebagian kaum yang menentang Islam dengan mengatakan Al-Qur'an merupakan rekayasa Muhammad semakin jauh dari kenyataannya. Sangat mustahil jika Muhammad Saw yang notabene sebagai manusia biasa dapat mengarang paduan kitab suci yang indah dan memberi makna serta menempatkan asma ilahian secara sistematis.
Kejelian Rosman Lubis di dalam menjabarkan deretan angka sebelas pada beberapa ayat Al-Qur'an patut diacungi jempol. Dia tidak hanya melihat mukjizat Al-Qur'an dari tafsir yang sering disampaikan para ulama, lebih dalam lagi keberaaan ayat-ayat itu yang melambangkan bahwa didalamnya terkandung kebesaran Allah.

Sumber: Media Indonesia

Manusia adalah mahluk ciptaan Allah paling sempurna, bahkan malaikat dan jin-pun diperintahkan Allah untuk sujud pada Adam yang manusia.

Tanggal berapapun seseorang dilahirkan .. dia istimewa.
Manusia istimewa sebaiknya melakukan sesuatu yang istimewa pula.

Salah satu keistimewaan dalam hidupku adalah ANAK-ANAKKU dan AYAH MEREKA.

Rabu, 09 November 2011

Doa untuk Suamiku


Tuhan yang Maha Pencipta dari ketiadaan
Bumi berputar menurut kehendak-Mu
Hari ini, genap 35 tahun di kedewasaan hidupnya
Jadikan dia imam yg khusyuk bagi kami sekeluarga
Tetapkan dia tawaduk pada jalan-Mu
Jadikan sabar dalam menghadapi setiap ujian dari-Mu

Tuhan yang Maha Pemberi
Meski usianya berkurang dalam hitungan-Mu ..
Mohon panjangkanlah usianya
Penuhi hidupnya dengan berkah dan hikmah-Mu
Agar hidupnya bermanfaat bagi sesama
Agar tetap dapat mendampingi anak-anak untuk lebih mengenal-Mu
Agar tetap dapat membimbing hidupku di jalan-Mu

Tuhan yang Maha Pemurah
Berilah kekuatan dan ketabahan pada dirinya 
dalam mengusahakan rezeki-Mu
Karuniakan kesehatan lahir batin kepadanya
Limpahkan kebahagiaan di setiap masa
Jadikan dia penerang hidup kami, sebagai pembuka pintu rahmat-Mu

Tuhan yang Maha Pengasih
Terima kasih telah Kau anugerahkan suami yang baik bagiku
Ayah yang sabar bagi anak-anakku

Selamat Ulang Tahun Suamiku

Ani